Read Time:23 Second

Pemerintah Indonesia menuding demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja di berbagai kota pada Selasa-Kamis (06-18/10) lalu ‘ditunggangi’ serta diwarnai dengan aksi ‘anarkis’.

Akibatnya, lebih dari 1.000 orang ditangkap, sebagian besar kini sudah dibebaskan.

Namun Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengungkap adanya kekerasan yang dilakukan polisi kepada pendemo.

“Kalau sudah ditangkap, mengapa harus dipukuli,” kata Asfinawati, Direktur YLBHI. “Sedang orasi, tidak melakukan apa pun, tiba-tiba disemprot gas air mata,” ia menambahkan.

Source