Read Time:1 Minute, 40 Second

Bandung

Kunjungan wisatawan ke Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda Bandung mulai bertambah di akhir pekan. Namun, kunjungan tersebut tidak seramai sesaat sebelum pandemi COVID-19.

Pantauan detikTravel, Minggu (18/10/2020), wisatawan sudah mulai mendatangi Taman Hutan Raya Bandung. Sedikitnya mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB pengunjung mulai mengantre di area loket dan diperkirakan sudah 700 orang wisatawan yang masuk ke taman.

Kepala BLUD Tahura Djuanda, Lianda Lubis mengatakan, pada penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) Bandung diperketat saat ini pihaknya masih memberlakukan pembatasan kunjungan jumlah wisatawan.

“Saat ini kami masih menerapkan pembatasan pengunjung agar tidak terjadi kerumunan. Disarankan melakukan wisata solo atau keluarga,” katanya.

Lebih lanjut, bagi wisatawan yang ingin berkunjung juga diharuskan untuk melakukan reservasi secara online melalui website resmi Tahura. “Reservasi ada intensitas di situ, biar bisa dilacak kalau ada kasus covid,” ujarnya.

Lubis mengatakan, seluruh fasilitas sudah dibuka seperti Gua Belanda, Gua Jepang, Air Terjun dan Curug, Museum Ir. H. Djuanda, dan Tebing Keraton. Tapi tetap ada pembatasan wisata yang masuk ke tiap-tiap wana wisata, yakni tidak lebih dari 20 orang.

Tahura Djuanda yang memiliki luas lebih dari 50.26 hektare ini memiliki daya tarik pohon pinus yang tinggi, udara sejuk, dan oase lapangan hijau. Protokol kesehatan ketat juga diterapkan seperti pengecekan suhu dan menggunakan masker di area Tahura Djuanda.

Taman Hutan Raya (Tahura) DjuandaTaman Hutan Raya (Tahura) Djuanda (Foto: Siti Fatimah/detikcom)

Meskipun seluruh area wisata sudah dibuka, Lubis mengatakan, ada beberapa kegiatan yang ditiadakan sementara yakni outbound, gathering, dan wedding. Jam operasional juga dibatasi dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB, kecuali untuk Tebing Keraton hingga pukul 18.00 WIB agar wisatawan dapat menikmati pemandangan sunset dari ketinggian 770-1330 mdpl.

Untuk tiket masuknya di kisaran harga Rp 12 ribu dengan rincian Rp 10 ribu untuk tiket dan Rp 2 ribu untuk asuransi.

“Memberikan jaminan bagi yang kena musibah pada saat berwisata Tahura Djuanda mengovernya dengan asuransi,” pungkas Lubis.

Simak Video “Flyover Pasupati Diduduki Massa Tolak UU Ciptaker, Arus Lalin Lumpuh
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)



Source