Read Time:1 Minute, 33 Second

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah mengandalkan sagu sebagai salah satu pangan lokal dalam menghadapi krisis pangan di masa mendatang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono menyebut demi memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan nasional, pemerintah melakukan diversifikasi pangan. Artinya, pemerintah tak hanya mengandalkan beras namun juga pangan lainnya seperti sagu.

“Kalau berbicara ketahanan pangan, tidak hanya berorientasi pada beras dan jagung. Oleh karena itu, pemerintah juga mengembangkan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal, salah satunya adalah sagu,” kata Momon pada konferensi pers virtual pada Selasa (20/10).



Ia menyebut ada beberapa hal yang menjadikan sagu sebagai alternatif yang dipilih pemerintah. Pertama, besarnya potensi yang belum digarap.

Katanya, Indonesia memiliki 5,5 juta hektare (Ha) lahan sagu, namun baru 314 ribu Ha lahan saja yang dioptimalkan.

Selain itu, hasil panen pun masih terbilang rendah. Saat ini, perkebunan sagu dalam negeri hanya menghasilkan 3,57 ton per Ha.

“Sebetulnya bisa tingkatkan lebih dari 10 ton (per Ha),” katanya.

Kedua, sebanyak 96 persen perkebunan sagu masih dikelola oleh perkebunan rakyat dan hanya 4 persen saja yang dikelola swasta. Artinya, pengembangan sagu berpotensi menyejahterahkan petani di daerah pelosok karena mayoritas petani sagu berada di daerah, terutama di Indonesia bagian Timur.

Di kesempatan sama, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut pengembangan sagu sebagai pangan merupakan program prioritas yang menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sejalan dengan diversifikasi tersebut, diluncurkan salah satu inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan konsumsi sagu di masyarakat yakni mie sagu. Buwas menyebut mie sagu merupakan kerja sama dengan swasta yang dikembangkan sejak 2018 lalu.

[Gambas:Video CNN]

Namun, dia tak merinci kapan mie ini akan dipasarkan secara nasional. Guna mendorong produksi mi sagu, lanjut Buwas, akan dibangun pabrik pengolahan di 20 wilayah.

“Bulog bekerja sama dengan beberapa pihak swasta untuk membuat produk sagu mi, mi dari bahan sagu. Ini sudah kami publikasikan di beberapa wilayah,” kata dia.

(wel/sfr) Source