Read Time:1 Minute, 30 Second

Suara.com – Sosok kakek yang satu ini sukses memecahkan rekor dunia. Pria bernama Ezzeldin Bahader ini baru saja didaulat sebagai pesepak bola profesional tertua dengan usia nyaris 75 tahun.

Menyadur dari The Sun, Ezzeldin Bahader akan tepat berusia 75 tahun pada November mendatang. Kakek empat anak dan enam cucu tersebut kini masih bermain untuk 6th October, sebuah klub divisi tiga Mesir.

Ezzeldin Bahader sendiri bermain untuk 6th October sejak meneken kontrak pada Januari lalu. Kemudian ia baru merasakan debut pada Maret.

Yang bikin spesial, Ezzeldin Bahader sukses mencetak gol lewat titik putih di laga debutnya. Ia juga didapuk sebagai kapten tim untuk memimpin rekan-rekannya.

Baca Juga: Punya Enam Cucu, Kakek Ini Sah Jadi Pemain Profesional Tertua di Dunia

Sayangnya, laga debut tersebut belum membuat Ezzeldin Bahader sah jadi pemain tertua. Ia masih membutuhkan 90 menit tambahan untuk mematahkan rekor dunia, sehingga masuk Guinness World Records.

Ezzeldin Bahader, pesepak bola profesional tertua di dunia. (Twitter/@Footynions)
Ezzeldin Bahader, pesepak bola profesional tertua di dunia. (Twitter/@Footynions)

Akhirnya mimpi Ezzeldin Bahader jadi pemain tertua di dunia terwujud. Pekan lalu, Minggu (18/10/2020) waktu setenpat, ia tampil penuh pada pertandingan 6th October melawan klub divisi tiga lainnya, El Ayat Sports.

Laga tersebut akhirnya berkesudahan untuk kemenangan El Ayat Sports dengan skor 2-3. Ezzeldin Bahader gagal menyelamatkan 6th October dari kekalahan setelah tak bisa mengeksekusi penalti.

Meski kalah, Ezzeldin Bahader tetap berbahagia lantaran sudah menjadi pemain tertua di dunia dan masuk Guinness World Records. Lebih lagi, laga tersebut juga disaksikan oleh ketiga cucunya.

Ezzeldin Bahader mengaku masih bermimpi memecahkan rekornya sendiri. Salah satu sebabnya karena ia ingin rekornya susah dipecahkan orang lain.

Baca Juga: Anak Bakar Ibu Hidup-Hidup, Disulut Pakai Puntung Rokok

”Saya masih bermimpi untuk bisa memecahkan rekorku sendiri sekali lagi. Tak lain hanya untuk membuat rekornya jadi lebih sulit dipecahkan orang lain,” ujar Ezzeldin Bahader.

Source