Read Time:2 Minute, 41 Second

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan realisasi penerimaan cukai musti diwaspadai, walaupun pertumbuhannya masih positif. Hal ini dikarenakan produksi rokok atau hasil tembakau berada di zona negatif.

Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan cukai sampai dengan akhir September lalu sebesar Rp 115,32 triliun, tumbuh 7,24% year on year (yoy), lebih tinggi daripada realisasi di periode sama tahun lalu senilai Rp 107,53 triliun.

.paralax-ad{height:300px;margin:20px auto;position:relative;width:100%;overflow:hidden}.paralax-ad .inner-paralax-ad{clip:rect(auto,auto,auto,auto);height:100%;left:0;position:absolute;top:0;width:100%}.paralax-ad .img-paralax-stop{height:100%;margin:0 auto;position:absolute;top:-150px;transform:translateZ(0);text-align:center}.paralax-ad .img-paralax-ad{position:fixed}.img-paralax-ad img{border:medium none;height:auto;width:100%}.paralax-ad .link-paralax-artikel{background-color:#fff;cursor:pointer;display:block;height:100%;left:0;opacity:0;position:absolute;top:0;width:100%;z-index:11}.paralax-ad .label-ad{background-color:#fff;top:-20px;color:#767676;font-family:Arial,sans-serif;font-size:10px;left:0;position:absolute;text-align:center;width:100%}.paralax-artikel–kanal .img-paralax-ad img{border:medium none;height:auto}

Capaian Januari-September 2020 setara dengan 66,97% dari target akhir tahun sejumlah Rp 172,2 triliun.

Secara spesifik untuk realisasi cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT) dalam sembilan bulan di tahun ini mencatatkan realisasi sebesar Rp 111,46 triliun, tumbuh 8,53% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp 102,7 triliun. Angka tersebut setara dengan 67,57% dari outlook penerimaan cukai rokok sepanjang 2020 sebesar Rp 164,94 triliun.

Baca Juga: Saham-saham emiten rokok masih tertekan, apa kata analis?

Meski begitu, pencapaian gemilang tersebut karena alasan administratif. Menkeu bilang penerimaan CHT per 30 September 2020 masih tumbuh positif disebabkan karena adanya limpahan penerimaan tahun sebelumnya.

Yakni, efek dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 30/PMK.04/2020 yang memberikan insentif pelunasan pembayaran cukai dari dua bulan menjadi tiga bulan. Beleid itu berlaku sejak April sampai Juni 2020. Dus, di kuartal III-2020 merupakan periode limpahan atas pembayaran kredit cukai.

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan produksi hasil tembakau sebetulnya sempat tumbuh positif di bulan Maret disebabkan stocking pita sebagai antisipasi lockdown. Sayangnya tren perlambatan selepas Maret hingga September 2020 berlangsung.

Baca Juga: WHO tekankan pentingnya simplifikasi struktur tarif cukai tembakau

Adapun secara berurutan produksi komoditas hasil tembakau secara akumulatif pada April minus 2% yoy, Mei minus 12,3% yoy, Juni minus 8% yoy, Juli minus 8,9% yoy, Agustus minus 10,2% yoy, dan September lalu minus 9,7% yoy.

“Kita mungkin akan memperhatikan secara detil produksi hasil tembakau, karena selepas Maret lalu pertumbuhannnya berada di negatif teritori terus,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Realisasi September 2020, Senin (19/10).

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

.bg-color-linkedin { background-color: #0072b1; }

<!–

–> <!–

Video Pilihan

–> <!–

–>
<!–

CUKAI

–> Source