Read Time:1 Minute, 47 Second

Jakarta

Indeks utama Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa (21/10). Hal itu didorong oleh optimisme pasar bahwa anggota parlemen Amerika Serikat (AS) semakin dekat dengan kesepakatan tentang paket stimulus COVID-19 yang bertujuan untuk meredam dampak ekonomi dari pandemi.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi mengatakan pada Selasa malam bahwa dia berharap perjanjian bantuan virus COVID-19 dapat diselesaikan pada akhir minggu ini.

“Saya pikir siapa pun yang terpilih, kita (warga AS) tetap akan mendapatkan stimulus,” kata Kepala Strategi Pasar di Reynolds Strategy Brian Reynolds dikutip dari Reuters, Rabu (21/10/2020).

“Berita utama saat ini bersifat jangka pendek. Nantinya, mereka akan berkumpul dan menghasilkan lebih banyak stimulus bagi perekonomian karena semua sektor yang tertinggal sangat membutuhkannya,” tambahnya.

Ketidakpastian atas paket bantuan COVID-19 sempat membebani indeks utama Wall Street pada Senin kemarin dan analis memperkirakan turbulensi pasar bakal meningkat sebab Pemilu AS kini hanya tersisa dua minggu lagi.

Untuk diketahui, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 113,37 poin, atau 0,4% menjadi 28.308,79, S&P 500 berakhir 16,2 poin lebih tinggi, atau 0,47% menjadi 3.443,12 dan Nasdaq Composite ditutup 37,51 poin lebih tinggi atau 0,33% menjadi 11.516,49. Mayoritas sektor S&P naik, yang mana rata-rata ditopang oleh saham-saham finansial, industri, dan konsumen.

Musim laporan laba kuartal III juga turut mempengaruhi penguatan indeks saham hari itu. Menurut data IBES Refinitiv, dari 66 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil laporan keuangan mereka, 86,4% di antaranya melampaui ekspektasi masing-masing.

Perusahaan asuransi properti dan kecelakaan Travelers Cos Inc naik 5,6% karena mengalahkan ekspektasi laba kuartalannya. Sementara raksasa produk konsumen Procter & Gamble Co juga naik 0,4% karena menaikkan perkiraan penjualan dan pendapatan setahun penuh.

Namun, Netflix Inc turun hampir 6% setelah melaporkan hasil yang meleset dari ekspektasi untuk penambahan pelanggan berbayar di kuartal III ini dan terpukul oleh meningkatnya persaingan streaming serta kembalinya siaran langsung olahraga ke televisi.

International Business Machines Corp naik tipis dari perkiraan pendapatan kuartalan pada hari Senin, didukung oleh permintaan yang lebih tinggi untuk layanan cloud-nya.

(ara/ara) Source