Read Time:1 Minute, 43 Second

Jakarta, CNN Indonesia —

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berharap momentum peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober ini bisa dijadikan oleh para santri untuk tidak hanya menjadikan pesantren sebagai tempat untuk mengkaji ilmu agama melainkan juga ilmu berwirausaha.

Hal tersebut penting untuk menjadikan pesantren sebagai ekosistem yang mandiri dan sejahtera. Tak hanya itu, ia juga berharap hari itu bisa menjadi momentum untuk mendorong pesantren berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah nasional dan berkontribusi pada pemilihan ekonomi nasional.

“Melalui peringatan Hari Santri nasional Mari kita dorong bersama peran pesantren yang tentu saja sebagai pusat pendidikan dan dakwah, sebagai pusat ngaji fikih. Tapi lebih dari itu pusat kegiatan ekonomi, ngaji sugih,” ujarnya dalam webinar yang diselenggarakan ISEF Indonesia, Kamis (22/10).



Dalam upaya pengembangan ekonomi syariah, Perry mengatakan BI sudah menempatkan perannya sebagai inisiator dan akselerator dalam berbagai strategi dan program.

“Tak hanya di bidang pemberdayaan ekonomi syariah sebagai pilar pertama. Pilar kedua, pendalaman pasar keuangan syariah dan pilar ketiga penguatan research assessment dan edukasi dalam blue print yang kami terapkan di BI,” tuturnya.

Pilar pemberdayaan ekonomi syariah, lanjut Perry, juga akan menitikberatkan pada pengembangan ekosistem melalui penguatan seluruh kelompok usaha syariah, termasuk pesantren seluruh Indonesia.

UMKM syariah, misalnya, akan disambungkan dalam suatu ekosistem suatu mata rantai nilai halal berdasarkan pendekatan komunitas dan kemitraan termasuk dengan usaha besar dan korporasi agar dapat menjadi semakin kuat.

[Gambas:Video CNN]

“Fokus sektor utama adalah pertanian, makanan halal, muslim fashion, pariwisata dan sektor energi terbarukan untuk mendukung kelestarian,” lanjutannya.

Perry menuturkan BI juga melihat pesantren memiliki potensi besar dalam menerapkan ekonomi syariah nasional secara inklusif. Untuk itu, BI mengimplementasikan berbagai program penguatan dalam peta jalan program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren 2017-2025.

Program tersebut terdiri dari pengembangan dan replikasi model bisnis usaha syariah di pesantren, standarisasi laporan keuangan pesantren dan pengembangan platform digital atau platform virtual market pesantren.

Ada pula pengembangan center of excellencee serta pembentukan holding ekonomi dan bisnis pesantren baik di tingkat nasional maupun wilayah.

Alhamdulillah dengan Rahmat Allah subhanahu wa taala ini telah kami bentuk,” tandasnya.

(hrf/agt) Source