Read Time:1 Minute, 45 Second

Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati ditetapkan sebagai peringkat ke-16 wanita paling berpengaruh di dunia pada 2020 oleh Fortune.

Dalam laporan bertajuk Most Powerful Women International, Fortune mengatakan Nicke memimpin sebuah perusahaan berpendapatan lebih dari US$54,6 miliar dan membawahi 32 ribu karyawan.

“Pemerintah baru-baru ini menegaskan kembali kepercayaan kepadanya untuk melakukan transformasi perusahaan menjadi perusahaan induk dengan anak perusahaan terbuka selama 2 tahun ke depan,” tulis Fortune, dikutip Kamis (22/10).



Ia menduduki posisi Direktur Utama Pertamina pada 20 April 2018. Sebelumnya, Nicke adalah Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) BUMN minyak tersebut sejak 27 November 2017.

Sebelum berkarir di Pertamina, Nicke menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero) sejak 2009 lalu.

Selama memimpin Pertamina, Nicke gencar mengejar kerja sama pengembangan kilang. Salah satunya, pengembangan proyek RDMP Kilang Cilacap, Jawa Tengah.

Mulanya, Pertamina menjajaki kerja sama dengan BUMN perminyakan Arab Saudi, Saudi Aramco namun batal karena tidak mencapai kesepakatan valuasi RDMP.

Saat ini, Pertamina masih mencari calon pengganti Saudi Aramco untuk mengembangkan RDMP Kilang Cilacap.

Nicke mengaku saat ini perseroan tengah menghadapi tantangan dampak pandemi covid-19. Pasalnya, penjualan perseroan turun drastis bahkan diprediksi hingga 25 persen pada 2020.

Selain Nicke, sebelumnya Fortune juga pernah menobatkan Direktur Utama terdahulu, Karen Agustiawan dalam jajaran Fortune’s 50 Most Powerful Women: The International Power 50 pada 2013 lalu.

Dikutip dari berbagai sumber, Karen menempati peringkat ke-6 wanita paling berpengaruh. Fortune mengatakan Karen merupakan pimpinan wanita pertama yang berhasil membawa Pertamina menembus peringkat Fortune Global 500 Company.

Di bawah kepemimpinannya, perusahaan minyak negara itu berhasil mengantongi laba sebesar US$2,76 miliar sepanjang 2012, naik dari tahun sebelumnya, yakni US$2,33 miliar. Keuntungan tersebut merupakan keuntungan terbesar Pertamina selama 45 tahun terakhir.

Sayangnya, Karen tersangkut kasus kasus korupsi investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG), Australia. Imbasnya, ia dijatuhi vonis 8 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Ia dinilai terbukti mengabaikan prosedur investasi di Pertamina dalam akuisisi blok BMG di Australia pada 2009. Namun, ia telah divonis lepas pada Maret 2020 lalu.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/bir) Source