Read Time:1 Minute, 27 Second

Suara.com – Pandemi Covid-19 banyak berdampak pada perkonomian di Indonesia. Salah satu sektor usaha paling terdampak adalah pariwisata.

Di awal pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha pariwisata terpaksa menutup usahanya, baik sementara maupun secara permanen.

Hal ini tentu membuat banyak penyedia jasa tour and travel memutar otak. Salah satunya adalah Muhammad Arif Rahman, Co-Founder dari biro perjalanan Whatravel.

Pada webinar yang diadakan Suara.com, Jumat (23/10/2020), Arif mengungkapkan bila usahanya ini telah beradaptasi dengan pandemi Covid-19 sekarang ini.

Baca Juga: Antisipasi Libur Panjang, Polda Banten: Objek Wisata Akan Disekat

Muhammad Arif Rahman (YouTube Suaradotcom)
Muhammad Arif Rahman (YouTube Suaradotcom)

Sejak Maret 2020, saat Covid-19 merebak, Whatravel sudah tidak membuka perjalanan ke luar negeri. Kemudian, sekitar Agustus silam, biro perjalanan ini mulai berinovasi untuk tetap bertahan di tengah pandemi.

Mereka membuka private trip atau paket perjalanan pribadi berisi maksimal 6 orang. Private trip ini berisi kegiatan tracking di wilayah yang tak terlalu jauh dari lokasi usahanya.

Sejauh ini paket perjalanan yang dibuka hanya ada di wilayah Jabodetabek dan paling jauh di Bandung. Peserta pun harus merupakan orang yang saling mengenal seperti teman atau keluarga. Hal ini karena orang yang saling kenal ini diharapkan mengetahui riwayat kesehatan satu sama lain.

Menurut Arif, masyarakat tetap membutuhkan liburan sebagai hiburan setelah kegiatan sehari hari yang menjemukan. Apalagi tracking yang dilakukan ini pun juga bisa sekaligus berolahraga sehingga tubuh tetap sehat.

Selain adanya private trip, mereka pun mengadakan webinar dengan tema tema anti mainstream seputar wisata. “Tema yang paling banyak disukai justru tema berbau supranatural,” ungkapnya.

Baca Juga: Liburan Tenang Tanpa Bawa Pulang Virus, Bagaimana Caranya?

Rencananya, bila keadaan sudah mulai stabil Arif akan membuka paket perjalanan ke luar negeri. Untuk syaratnya akan disesuaikan dengan syarat negara tujuan dan maskapai penerbangan yang akan digunakan.

Source