Read Time:1 Minute, 37 Second

Makassar, CNN Indonesia —

Sebanyak 80 pasien jiwa atau Orang Dianggap Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, terpapar Covid-19. 70 tenaga kesehatannya (nakes)-nya pun sempat terpapar Virus Corona.

Direktur RSKD Dadi Dr Arman Bausat, saat dikonfirmasi, Sabtu, (2/1) mengaku kecolongan dengan kasus-kasus tersebut. Pasalnya, protokol kesehatan ketat sudah diberlakukan, termasuk meniadakan kunjungan bagi pasien jiwa sejak April – September.

“Di awal-awal hanya ada dua pasien jiwa yang positif di posisi Maret hingga September. Waktu berjalan, masuk awal Desember ternyata ada puluhan pasien jiwa kita yang positif sehingga dilakukan tracing, pemeriksaan swab massal,” tuturnya.


“Totalnya ada 80 pasien jiwa yang terpapar. Mereka langsung dipisahkan ke kamar khusus bahkan dibuatkan kawasan,” lanjut dia.

Kata Arman, 99 persen dari mereka itu orang tanpa gejala (OTG). Jikapun ada gejala, itu hanya berupa batuk karena pasien jiwa yang selalu merokok meski dilarang.

“Bisa saja mereka rata-rata OTG karena tidak memikirkan penyakitnya. Tidak sama dengan orang normal, berpendidikan yang tahu dirinya positif Covid-19 langsung stres, panik, serasa mau mati. Akhirnya karena banyak pikiran, imun menurun,” ujarnya.

Diakui, September lalu, kebijakan di rumah sakitnya itu sempat longgar karena menganggap kasus Covid-19 di Makassar mulai menurun. Kunjungan sempat dibuka meski terbatas.

Selain itu, banyak masuk pasien jiwa datang dari luar daerah diantar keluarganya tanpa pemeriksaan swab.

“Jadi diperkirakan mereka terpapar sejak kunjungan dilonggarkan dan tanpa swab. Akhirnya kembali kita perketat, kunjungan kembali kita blok. Selain 80 pasien jiwa, ada 70 orang nakes kami juga terpapar termasuk saya. Tapi sudah ‘alumni’ atau sudah sudah sembuh,” urainya.

RSKD Dadi sendiri merawap 234 orang pasien Covid-19, masing-masing 154 pasien non-jiwa atau pasien umum, dan 80 pasien jiwa.

“Saya ingatkan, jangan menyerah. Tetap patuh pada protokol kesehatan, jaga imun. Dan jika di tubuh dirasa ada gejala, secepatnya periksakan diri. Semakin cepat periksa, peluang kesembuhan lebih tinggi,” tandasnya.

(svh/arh)

[Gambas:Video CNN]

Source