Read Time:1 Minute, 19 Second

Jakarta (ANTARA) – Jordan Henderson mengakui bahwa ia pernah mengalami “titik terendah” dalam kariernya ketika Liverpool mempertimbangkan untuk menjualnya ke Fulham lebih dari setahun setelah ia bergabung di Anfield.

Kapten Liverpool tersebut didatangkan dari Sunderland pada Juni 2011 dengan nilai 20 juta poudnsterling.

Namun, 14 bulan setelah ia pindah, Liverpool mempertimbangkan untuk menjualnya ke Fulham dalam sebuah kesepakatan pertukaran dengan Clint Dempsey.

Baca juga: Henderson bertekad jaga momentum Liverpool jelang periode sibuk
Baca juga: Jordan Henderson ingin ke masa sepak bola tanpa VAR

Henderson mengakui bahwa itu adalah periode terberatnya, tetapi pengalaman tersebut menempanya menjadi individu yang lebih kuat dalam jangka panjang.

“Itu adalah momen sulit yang saya ingat dengan sangat jelas,” katanya kepada The Guardian, Sabtu, jelang laga tandang The Reds ke Southampton.

“Kami sedang mempersiapkan pertandingan (kualifikasi Liga Europa) melawan Hearts di Anfield. Kami bertemu seperti biasa di hotel dan saya mendapat ketukan di pintu saya mengatakan pelatih ingin berbicara dengan kami.”

“Agar tidak salah paham, itu hanya sebuah percakapan dengan Brendan Rodgers. Itu adalah kesempatan (untuk pergi ke Fulham) yang tidak saya inginkan dan saya tidak suka. Saya masih merasa bisa berkontribusi dengan banyak hal,” tambah gelandang timnas Inggris berusia 30 tahun itu.

“Namun, saya berada di tempat yang sangat gelap pada waktu itu dan hal itu membuat kami jauh lebih kuat serta lebih bijaksana di kemudian hari dan, tanpa itu, Anda tidak akan pernah tahu apa yang bisa terjadi.”

Baca juga: Liverpool tutup tahun 2020 di puncak meski kehilangan sisi klinis
Baca juga: Gegara virus corona, City kehilangan lima pemain hadapi Chelsea

 

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Source