Read Time:2 Minute, 18 Second

Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan, inflasi bulan Desember 2020 meningkat. Kepala ekonom DRI Moekti P. Soejachmoen memprediksi, inflasi bulan Desember 2020 mencapai 0,37% mom.

Tingkat ini lebih tinggi dari inflasi pada bulan November 2020 yang sebesar 0,28% mom. 

“Harga pangan mengalami peningkatan terutama karena musim penghujan, dan juga ada peningkatan harga tiket angkutan udara karena tingginya permintaan akibat liburan Natal dan Tahun Baru,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id.

Secara terperinci, harga pangan yang nampak meningkat antara lain cabai rawit yang naik 27,54% mom, cabai merah dengan harganya naik 15,79% mom, dan telur yang naik 8,01% mom. 

Baca Juga: UU Cipta Kerja jadi harapan pemulihan ekonomi nasional 2021

Peningkatan harga cabai rawit dan cabai merah disebabkan oleh menipisnya persediaan karena petani memutuskan untuk menanam sayuran di tengah musim hujan. 

Dengan perkembangan tersebut, inflasi di sepanjang tahun 2020 diperkirakan sebesar 1,62% yoy. Capaian ini berada di bawah target inflasi yang sebesar 2% – 4%. 

Inflasi yang rendah itu menunjukkan masih lemahnya permintaan dan konsumsi rumah tangga di Indonesia akibat pandemi Covid-19. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

.bg-color-linkedin { background-color: #0072b1; } /*artikel selanjutnya popup */ .article__flex {position: fixed;bottom: 60px;z-index: 9;display: -ms-flexbox;display: flex; background: #fff;box-shadow: 0 0 6px rgba(0,0,0,.2);flex-wrap: nowrap; border-radius: 5px;overflow: hidden;height: 70px;} .article__box {flex-grow: 1;position: relative; width: calc(100% – 70px);padding: 15px 15px 0 10px;display: -ms-flexbox; display: flex;flex-wrap: wrap;align-items: center;align-content: center;} .article__img img.imej{width: 90px !important; height: 70px !important; object-fit: cover; } .article__subtitle {position: absolute;top: 10px;left: 10px;display: block; width: calc(100% – 80px);overflow: hidden;font-size: 10px;line-height: 1;color: #2a2a2a;} .article__title a.article__link {display: block; font-family: Roboto,sans-serif; line-height: 1.3; color: black; letter-spacing: 0px;} .article__title a:hover {color: #f38d21;} .article__title {display: block;font-size: 14px;font-weight: 700;color: #000; height: auto;max-height: 37px;overflow: hidden;} .showHide {display:none;} @media only screen and (min-width: 800px){ .article__flex{bottom: 99px; max-width: 607px; height: 85px;} .article__subtitle {font-size: 12px; } .article__title {display: block;font-size: 18px;max-height: none;} .article__img img.imej{width: 110px !important; height: 85px !important; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px;} } /*END OF- artikel selanjutnya popup */

<!–

–> <!–

Video Pilihan

–> <!–

–>
<!–

PROYEKSI INFLASI

–> Source