Read Time:1 Minute, 51 Second

Jakarta, CNN Indonesia —

Pelaksana harian (Plh) Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan bahwa oksigen dalam darah atau saturasi oksigen koleganya, Ali Taher Parasong, sempat menyentuh angka 33 persen sebelum meninggal dunia pada Minggu (3/1), tepatnya pukul 14.00 WIB.

Padahal, menurutnya, Ali sempat berkomunikasi dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan kondisi yang baik pada Minggu (3/1) pagi.

“Bang Zulkifli Hasan, Ketua Umum kami, tadi pagi sempat teleponan dengan beliau. Namun beberapa saat setelah itu, kondisinya drop lagi. Tidak bisa dihubungi. Sekitar pukul 13.00 WIB, saturasinya makin turun. Drop hingga angka 33 persen. Akhirnya, pukul 14.00 beliau dipanggil Allah SWT,” kata Saleh kepada CNNIndonesia.com, Minggu (3/1).


Ia pun menceritakan bahwa Ali masuk rumah sakit sejak Minggu (27/12) dengan dugaan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Menurutnya, Ali memilih dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ), Cempaka Putih, Jakarta Pusat karena banyak pasien yang positif terinfeksi Covid-19 sembuh di rumah sakit tersebut.

“Waktu itu, saya ditelepon salah seorang putrinya. Minta dicarikan rumah sakit. Setelah bertanya ke teman-teman yang ada di Kemenkes, kamar yang tersedia adalah di Rumah Sakit Fatmawati. Namun, pada saat itu juga, ada kabar bahwa RSIJ Cempaka Putih juga tersedia kamar kosong. Keluarganya meminta untuk dirawat di RSIJ Cempaka Putih,” katanya.

Setelah enam hari menjalani perawatan, lanjutnya, kondisi kesehatan Ali menurun. Menurutnya, saturasi oksigen Ali sempat menyentuh angka 40 persen pada Sabtu (2/1).

Pihak dokter kemudian memasang alat saluran pernapasan yang langsung ke paru-paru Ali. Setelah itu, kata Saleh, kondisi Ali mulai membaik.

“Setelah dipasang, kami merasa senang. Saturasinya kembali normal. Bahkan menyentuh angka 80 hingga 90 persen. Ada tanda-tanda membaik,” katanya.

Namun, kondisi kesehatan Ali menurun pada Minggu (3/1) hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 14.00 WIB.

Saleh berkata, PAN berduka cita dan merasakan kehilangan yang mendalam, Menurutnya, Ali merupakan mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, tokoh PAN yang selalu menjadi panutan.

Menurutnya, Ali juga merupakan sosok yang senantiasa memberikan kritik yang tajam dalam membela umat.

“Saya yakin, akan banyak yang kehilangan beliau. Dia dikenal sangat rasional, humanis, dan humoris. Jamaah pengajiannya pun pasti akan sangat kehilangan,” ujar Saleh.

(mts/gil)

[Gambas:Video CNN]

Source