Read Time:2 Minute, 50 Second

Surabaya, CNN Indonesia —

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim provinsinya kini menempati urutan pertama daerah dengan vaksinasi Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Klaim itu merujuk data Kementerian Kesehatan RI per 2 Maret 2021, yakni vaksinasi di Jatim mencapai 510.027 orang, kemudian diikuti Jawa Tengah 435.059 orang, Jawa Barat 300.410 orang dan DKI Jakarta 251.179.

“Kita sangat bersyukur, capaian vaksinasi Jatim saat ini tertinggi,” kata Khofifah, Rabu (3/3).


Ia berharap cakupan vaksinasi itu akan makin luas menyentuh masyarakat yang termasuk dalam kategori prioritas. Saat ini Jatim tengah melangsungka tahap dua vaksinasi dengan target warga lanjut usia (lansia dan pemberi pelayanan publik).

“Ke depan kita berharap cakupannya akan semakin luas, utamanya bagi masyarakat yang termasuk prioritas bisa segera mendapatkan vaksinasi,” ucapnya.

Selain itu, Khofifah juga bersyukur sebab sebanyak 16 kabupaten/kota di Jatim telah masuk zona kuning, berdasarkan status zonasi Satgas Covid-19 Nasional. Sedangkan sebanyak 22 kabupaten/kota sisanya masuk zona oranye, dan tidak ada yang berstatus zona merah.

Ke 16 daerah itu yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Bangkalan, Sumenep, Sampang, Pamekasan, Jember, Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Tulungagung, Bojonegoro dan Lamongan.

Menurutnya, ini merupakan wujud kerja keras dan gotong royong semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan TNI/Polri.

“Alhamdulillah saat ini ada 16 Kabupaten/Kota di Jawa Timur atau 42 persen-nya masuk ke dalam zona kuning,” kata Khofifah.

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang menyasar mayoritas pedagang di wilayahnya luput dari target.

Menurutnya, di hari kedua pelaksanaan vaksinasi Selasa (2/3), hanya 2.427 orang dari dari total 3.200 penerima manfaat saja yang memenuhi undangan vaksinasi.

“Kemudian yang bisa divaksin atau memenuhi syarat itu ada 2.248 orang,” kata Heroe saat dijumpai di kantornya, Balai Kota Yogyakarta, Rabu (3/3).

Sementara 179 orang yang memenuhi undangan namun tak menerima vaksin masuk kategori tunda atau batal. “Yang tertunda dan batal karena persyaratan terkendala,” sambung Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta tersebut.

Pada Senin (1/3), jumlah penerima vaksin juga tak mencapai targetnya. Dari total 3.200 sasaran diundang, cuma 2.375 orang yang datang.

Dari 2.375 jiwa, sebanyak 45 orang ditunda pelaksanaannya lantaran tidak memenuhi persyaratan kesehatan. Sedangkan 36 jiwa lainnya batal dikarenakan masuk kategori lanjut usia (lansia).

“Kalau dilihat dari dua hari ini kita ya hampir 71 persen sudah divaksin,” ujar Heroe.

Infografis Daftar Warga Disuntik Vaksin Covid Tahap DuaInfografis Daftar Warga Disuntik Vaksin Covid Tahap Dua. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

Adapun total dari penerima manfaat vaksinasi massal tahapan kedua ini adalah sebanyak 19.980 jiwa. Meliputi, para pedagang Pasar Beringharjo dan seputarnya, masyarakat sekitar Alun-alun Utara, dan pegawai toko serta masyarakat yang ada di sepanjang kawasan wisata Malioboro.

Proses pemberian dosis pertama vaksin Covid-19 ini dibagi ke dalam enam hari di tiga lokasi berbeda. Antara lain Benteng Vredeburg, Pasar Beringharjo, dan Tempat Parkir Abu Bakar Ali (ABA).

Sejauh ini Pemkot Yogyakarta belum mengetahui alasan penerima manfaat yang mangkir dari undangan ini. Kendati masih dibuka kesempatan bagi mereka untuk ke depannya menerima vaksin ini.

“Dulu kan saat pendaftaran ada yang tidak bisa daftar karena sepuh. Jadi sebagian saya tidak tahu akhirnya mereka tahu atau tidak karena kan mekanismenya beberapa didaftarkan oleh teman-teman atau ketua kelompoknya (pedagang). Nah ketika diundang datang atau tidak itu yang kita tidak tahu,” kata Heroe menambahkan.

(frd/tgl/arh)

[Gambas:Video CNN]

Source