Akhir dari Pandemi, wisatawan ke Jepang, Taiwan, dan Hongkong diberi kelonggaran

Jepang akan sepenuhnya dibuka kembali untuk turis asing pada bulan Oktober setelah pembatasan akibat COVID-19 selama 2 tahun.

Sejumlah negara seperti Taiwan dan Hong Kong juga melonggarkan aturan masuk mereka bagi wisatawan. Persyaratan karantina wajib akan berakhir mulai pertengahan bulan depan.

Politisi di setiap daerah menyebut langkah itu sebagai “kembali ke kehidupan normal.”

Tetapi calon pengunjung ke sekitaran daerah China masih menghadapi kebijakan karantina yang keras.

Jadi apa aturan perjalanan ke wilayah tersebut, dan seberapa cepat Anda harus memesan tiket?

Aturan untuk wisatawan ke Jepang

Jepang telah mengizinkan sejumlah kecil pengunjung sejak Juni, tetapi hanya sebagai bagian dari grup tour saja yang dikelola secara ketat.

Mulai 11 Oktober, persyaratan ini akan dicabut dan pembatasan wisatawan harian juga dicabut. Turis tidak lagi memerlukan VISA untuk memasuki negara tersebut.

“Jepang akan melonggarkan tindakan pengendalian perbatasan agar setara dengan AS ,” kata Perdana Menteri Fumio Kishida.

Pada 2019, 31,9 juta pengunjung asing melakukan perjalanan ke Jepang, menghabiskan 4,81 triliun yen (€ 35,2 miliar). Pendapatan ini hampir hilang ketika pandemi melanda.

Pada tahun 2021, negara ini hanya menampung 250.000 pengunjung internasional. Angka ini termasuk semua atlet dan staf pendukung yang melakukan perjalanan ke negara itu untuk Olimpiade Tokyo.

Aturan untuk wisatawan ke Taiwan

Taiwan akan membuka kembali pembatasannya mulai 13 Oktober.

Pihak berwenang akan membatalkan persyaratan karantina selama 3 hari untuk wisatawan asing.

Orang-orang yang memasuki negara itu tanpa visa sebelum pandemi sekali lagi itu akan berlaku kembali.

Mulai 29 September. Larangan grup wisata akan dicabut mulai Oktober.

“Akhirnya sampai pada saat terakhir pandemi ,” tulis Presiden Tsai Ing-wen di halaman Facebook-nya.

“Sekarang, kita harus melakukan segala upaya untuk menghidupkan kembali pariwisata, merangsang ekonomi dan memimpin ekonomi Taiwan untuk berkembang dengan pesat.”

Pengunjung yang dinyatakan positif COVID-19 tetap harus dikarantina di hotel atau di rumah.

Aturan wisatawan ke Hong Kong

Mulai Senin 26 Oktober, para pelancong yang tiba di Hong Kong tidak lagi harus menjalani karantina di hotel.

Persyaratan untuk menunjukkan tes COVID-19 negatif sebelum menaiki penerbangan ke kota juga akan dibatalkan.

Namun, para pelancong masih harus mematuhi beberapa aturan . Mereka harus menjalani tes PCR pada hari kedua, keempat, dan keenam setelah kedatangan mereka. Selama tiga hari setelah mereka mendarat, mereka tidak diizinkan memasuki area publik seperti pusat perbelanjaan dan restoran.

Aturan wisatawan untuk Cina

China masih menerapkan kebijakan ‘nol COVID’, dan mempertahankan aturan masuk yang ketat bagi para pelancong.

Pelancong ke China menghadapi 10 hari karantina di hotel dengan biaya sendiri.

Namun, pihak berwenang negara itu baru-baru ini mengisyaratkan bahwa pembatasan pada akhirnya mungkin akan dilonggarkan.

Menurut rancangan dokumen kebijakan yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China pada hari Senin, kelompok wisata yang diselenggarakan oleh agen perjalanan akan segera dapat berjalan di daerah perbatasan China.

Rencana ini mirip dengan kebijakan tur Jepang yang telah diterapkan hampir sepanjang tahun ini.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *