Read Time:1 Minute, 6 Second

Jakarta, CNN Indonesia —

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengklaim pihaknya telah mengidentifikasi dalang atau penggerak massa perusuh dalam demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja.

Aksi tolak Omnibus Law pada 8 dan 13 Oktober di Jakarta berujung ricuh. Polisi telah menetapkan 131 orang sebagai tersangka.

“Ya kami sampaikan penggerak pelajar ataupun dari SMK, SMP, bahkan sampai SD ada beberapa yang sudah kami identifikasi ada beberapa dan terus kita lakukan penyelidikan,” kata Nana di Polda Metro Jaya, Senin (19/10).


“Kami lakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap penggerak aksi tersebut,” imbuh dia.

Diketahui, Polda Metro menangkap 1.192 pedemo dalam aksi demo pada 8 Oktober lalu. Kemudian, pada demo 13 Oktober, kepolisian menangkap 1.377 pedemo.

Dari ribuan orang itu, sebanyak 131 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 69 tersangka menjalani penahanan.

Para tersangka dijerat Pasal 212 KUHP dan atau Pasal 218 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP.

“Sampai saat ini Polda Metro Jaya menetapkan 131 orang sebagai tersangka,” kata Nana, Senin (19/10).

Para tersangka itu terlibat dalam aksi perusakan gedung kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perusakan mobil di Pejompongan, perusakan dan vandalisme oleh kelompok anarko, kasus ambulans di Cikini.

Kemudian, kasus penganiayaan anggota Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, penganiayaan anggota Polrestro Tangerang Kota, serta perusakan pos polisi.

(dis/arh)

[Gambas:Video CNN]

Source