Read Time:2 Minute, 13 Second

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Anak usaha PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yakni PT Triniti Dinamik melakukan penambahan modal ditempatkan atau disetor sebesar Rp 121,4 miliar. Dus saat ini modal Triniti Dinamik meningkat dari yang sebelumnya Rp 30 miliar menjadi Rp 151,4 miliar. 

Peningkatan modal tersebut berasal dari konversi utang Triniti Dinamik kepada pemegang saham sebesar Rp 110,5 miliar, kapitalisasi agio saham sebesar Rp 897 juta dan kapitalisasi laba per 30 Juni 2020 sebesar Rp 10 miliar. 

Dengan peningkatan modal ini, selanjutnya struktur permodalan Triniti Dinamik menjadi, modal dasar berjumlah Rp 605,59 miliar terbagi atas 6,05 miliar saham bernilai nominal Rp 100. 

“Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 25% atau sejumlah 1,51 miliar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 151,4 miliar,” tulis Direktur Utama dan CEO Perintis Triniti Properti Ishak Chandra dalam keterbukaan informasi, Senin (19/10). 

Baca Juga: Triniti Land (TRIN) bangun co-working space di Alam Sutera

Dus, komposisi kepemilikan saham Triniti Dinamik adalah Perintis Triniti Properti memiliki 274,31 juta saham, Panca Agung Gemilang sebanyak 107,57 juta saham, Valtos Globalindo sebanyak 51,4 juta saham, Kevin Jong sebanyak 53,79 juta saham, Vincent Yo sebanyak 26,89 juta saham dan Heriyanto sebanyak 1 miliar saham. 

“Kepemilikan saham perseroan pada Triniti Dinamik dari sebelumnya 53,37% menjadi 18,12% menyebabkan laporan keuangan Triniti Dinamik mulai September 2020 tidak lagi terkonsolidadi dengan perseroan,” imbuh Ishak. 

Selain itu, dalam hal pencatatan laporan keuangan, maka kontribusi laba Triniti Dinamik pada TRIN akan mengalami penyesuaian dari sebelumnya 53,37% menjadi 18,12%. 

Dampak lain yang akan terjadi atas dilusi saham Triniti Properti pada Triniti Dinamik yaitu penurunan aset, namun secara rasio ini mampu menurunkan debt to equity ratio (DER) dari 1,83 kali pada Juni 2020 diproyeksikan menjadi 1,04 kali pada akhir 2020. 

Dilusi atas kepemilikan saham TD menyebabkan proyeksi total aset pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 753 miliar, namun penurunan tersebut sejalan dengan penurunan utang atau kewajiban sebesar Rp 832 miliar, bisa disimpulkan penurunan utang lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan total aset.

Setelah aksi ini, likuiditas diproyeksikan sebesar 1,43 kali pada 2020, dinilai masih tetap memiliki kemampuan yang baik dalam melunasi kewajiban. Sementara leverage ratio diproyeksikan 0,74 kali. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

.bg-color-linkedin { background-color: #0072b1; } <!–

–> <!–

Video Pilihan

–> <!–

–>
<!–

EMITEN

–> Source