Read Time:57 Second

Jakarta

Defisit APBN 2020 hingga September tercatat sebesar Rp 682,1 triliun. Angka ini mencapai 4,16% dari PDB.

Sementara realisasi pembiayaan anggaran hingga September mencapai Rp 284,7% atau 75,5% dari target. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku pembiayaan menjadi tantangan pemerintah untuk menjaga defisit sampai akhir tahun.

“Untuk pembiayaan tahun ini sudah defisit di atas 4 persen, oleh karena itu pembiayaan jadi tantangan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA pagi ini secara virtual, Senin (19/10/2020).

“Pembiayaan kita sampai September ada Rp 784,7 triliun atau 75,5% dari target. Ini karena likuiditas sangat besar, namun demand kredit perbankan masih rendah sehingga ketersediaan pembelian SBN baik oleh perbankan dan lainnya cukup baik,” lanjutnya,

Pembiayaan utang mencakup 66,4% terhadap Perpres 72/2020. Realisasi penerbitan SBN sesuai SKB I mencapai Rp 51,63 triliun dan realisasi penerbitan SBN sesuai SKB II untuk public goods mencapai Rp 229,68 triliun dan non public goods mencapai Rp 91,13 triliun.

“Dengan likuditias baik pembiayaan utang masih bisa dijaga yaitu 66,4 persen dari target. PMN sudah on track, mencapai sesuai dengan jadwal pencairannya,” jelas Sri Mulyani.

(eds/eds) Source