Read Time:1 Minute, 36 Second

Suara.com – Mi adalah salah satu makanan yang populer di Jepang, mulai dari soba, ramen, hingga udon. Dan ada satu kebiasaan khas orang Jepang saat menyantap mi, yaitu mereka akan menyeruput mi hingga menimbulkan bunyi.

Kebiasaan menyeruput mi kemudian memancing banyak reaksi, terutama dari orang asing, mulai dari rasa geli, jijik, hingga penasaran kenapa mereka harus menyeruput mi sedemikian rupa. Karena sesungguhnya, orang Jepang termasuk memiliki etika di meja makan yang ketat, seperti tidak boleh mengeluarkan suara saat sedang makan. Lalu, kenapa ada pengecualian untuk mi?

Dilansir dari laman Nippon, ahli mi terkemuka Jepang, Horii Yoshinori dari Sarashina Horii, toko soba berusia 220 tahun yang populer di kalangan penduduk lokal dan turis, memberikan penjelasan ilmiah yang mengejutkan.

“Menurut saya, menyeruput mi dikembangkan sebagai cara untuk lebih menikmati aroma soba,” katanya.

Baca Juga: Cinta Anime, Wanita Cantik Asal Los Angeles Putuskan Jadi Cosplayer

“Aroma soba paling enak diapresiasi melalui mulut, bukan melalui hidung. Misalnya, saat mencicipi anggur, pertama-tama Anda mengendus, mencium aroma anggur di gelas, lalu mengocoknya di sekitar mulut untuk menangkap aromanya. Ini disebut penciuman orthonasal dan penciuman retronasal. Soba sulit tercium pada rute pertama (lewat hidung), jadi kami memanfaatkan yang kedua sebaik-baiknya,” paparnya.

Horii menjelaskan, keharuman khas soba sangat jelas selama proses pemasakan, terutama saat soba dikukus dalam pengukus bambu.

“Orang pasti mencium aroma dari uap yang keluar,” katanya.

Tapi aroma soba yang dimasak akan menjadi jauh lebih lembut, terutama untuk soba dingin. Tidak ada uap aromatik yang keluar dari mi dingin.

“Jadi, meskipun Anda mengendusnya secara aktif, tidak banyak yang tercium. Tapi saat Anda menyeruputnya dengan keras, Anda bisa merasakan aroma yang meledak di mulut Anda sepenuhnya. Itu cara makan soba yang benar,” katanya lagi.

Baca Juga: Seperti Orang Jepang, Ini Rahasia Tubuh Langsing Lisa Snowdon

Secara keseluruhan, tampaknya kebiasaan menyeruput mi ini mungkin berasal dari kedai soba, kemudian menyebar, dan berlanjut hingga zaman modern, memengaruhi cara orang Jepang memakan ramen dan mi lainnya juga.

Source